Roadshow MES UK di Kota Jawara Premier League

Oleh: Randi Swandaru

Pada Ahad 26 Maret 2017 yang lalu, MES UK melanjutkan kegiatan roadshow-nya ke arah selatan Inggris, tepatnya di Kota Leicester, juara bertahan Premier League, kompetisi tertinggi sepak bola di tanah Britania. Kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama MES UK bersama dengan Divisi Kerohanian PPI Leicester ini mengangkat tema “Underdevelopment in the Moslem World.” Perwakilan MES UK yang hadir kali ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Randi Swandaru yang pada kesempatan tersebut juga berperan sebagai penyampai materi.

Randi Swandaru memaparkan bahwa keterbelakangan di negara-negara Muslim sejatinya bukanlah disebabkan karena agama Islam itu sendiri sebagaimana yang disampaikan oleh para orientalis seperti Max Webber. Webber menyatakan bahwa ketertinggalan dunia Muslim karena Islam dianggap agama yang usang dan menyukai peperangan sehingga tidak memungkinkan tumbuhnya perekonomian. Sebaliknya, kehadiran Islam lah yang membawa perdamaian atas konflik yang terjadi selama ratusan tahun di Madinah. Kepemimpinan Islam berhasil menyatukan kemajemukan masyarakat dalam kedamaian di bawah konstitusi Madinah. Islam juga menganjurkan perdagangan yang kemudian mendorong Madinah menjadi salah satu pusat peradaban terbaik dalam sejarah.

Keterbelakangan dunia Islam saat ini justru disebabkan oleh jauhnya umat Muslim dari nilai-nilai Islam. Sebaliknya, kemajuan negara-negara barat yang mayoritas non-Muslim justru disebabkan karena mereka menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan Islam secara universal. Hal ini dibuktikan bahwa ternyata negara-negara yang tinggi dalam indeks pembangunan manusia (HDI) juga mendapat nilai yang tinggi dalam Islamicity Indeks (indeks yang mengukur penerapan prinsip Islam dalam suatu negara). Ironisnya, negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim justru rendah dalam indeks tersebut.

Dengan demikian, kebangkitan dunia Islam ke depan perlu diusahakan dengan mendekatkan umat Muslim kembali pada nilai-nilai Islam. Hal ini dapat dilakukan dengan cara seperti hanya bermuamalah dengan mengikuti syariah yaitu menjauhi riba dan gharar. Kemudian, mengonsumsi hanya makanan dan minuman yang halal dan thayyib (baik). Jika hal ini dilakukan niscaya akan menumbuhkan perekonomian dan peradaban manusia yang unggul.

Sebanyak 50 warga PPI Leicester yang hadir amat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini tercermin dari padatnya ruang acara yang dipenuhi oleh warga yang semangat untuk menimba ilmu. Di akhir sesi, berlangsung dialog mengenai pengembangan ekonomi syariah melalui pemanfaatan financial technology (fintech). Kegiatan kemudian ditutup dengan do’a, berfoto bersama, dan ramah tamah. (red/RS)

Randi SwandaruRoadshow MES UK di Kota Jawara Premier League